Minggu, 14 April 2013

Modal (Kapital) dalam Ekonomi Pembangunan

A.Pengertian dan Fungsi Kapital

Kapital ialah semua bentuk kekayaan yang dapat digunakan, langsung maupun tidak langsung, dalam produksi untuk menambah output. Kapital sebagai alat pendorong perkembangan ekonomi meliputi investasi dalam pengetahuan teknik, perbaikan-perbaikan dalam pendidikan, kesehatan, dan keahlian. Pada umumnya dapat dinyatakan bahwa kapital itu lebih merupakan hasil daripada merupakan sebab perkembangan ekonomi; dalam arti bahwa kemajuan perekonomian selalu menambah jumlah kapital dalam masyarakat, sedangkan kenaikan dalam jumlah kapital mungkin tidak menyebabkan majunya perekonomian.

B.Sumber-sumber Kapital Untuk Pembangunan

1.Sumber fisik (Swadaya Masyarakat)
Secara fisik pembentukan capital dapat ditempuh dengan realokasi factor-faktor produksi dari penggunaan yang kurang efisien kepenggunaan yang lebih efisien. Dengan kata lain faktor-faktor produksi yang menganggur secara tersembunyi akan dapat dimanfaatkan bagi pembangunan dan tidak akan menurunkan produksi pada sector atau kegiatan semula.

2.Sumber dana financial
Secara financial sumber dana untuk pembangunan dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a)Tabungan masyarakat (voluntary saving) adalah bagian pendapatan masyarakat yang tidak dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Tabungan masyarakat dibedakan menjadi dua yaitu tabungan sukarela dan tabungan paksa.
b)Pajak atau tabungan paksa (forced saving) adalah iuran yang dipaksakan kepada wajib pajak oleh pemerintah, pajak merupakan sumber penerimaan pemerintah atau negara.
c)Tabungan pemerintah adalah selisih antara penerimaan dan pengeluaran rutin setelah dipakai untuk membiayai pengeluaran rutin, kemudian terdapat sisa pengeluaran.
d)Pinjaman pemerintah adalah dana bantuan program dan bantuan proyek untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran pemerintah yaitu dapat berupa pinjaman sukarela dan pinjaman paksa, dapat juga pinjaman itu dibedakan menjadi pinjaman dalam negeri dan luar negeri.
e)Inflasi (invisible tax) dapat diartikan sebagai pajak yang tidak tampak yaitu keadaan dimana harga-harga umum meningkat secara terus-menerus.
f)Investasi asing (foreign direct investment) merupakan investasi yang dilaksanakan oleh pemilik-pemilik modal asing di dalam negeri untuk mendapat suatu keuntungan dari usaha yang dilaksanakan. Yaitu dapat berupa investasi langsung atau investasi portofolio adalah pembelian saham dari dalam negeri.

C.Akumulasi Kapital Yang Rendah
Tingkat akumulasi kapital yang rendah di negara-negara sedang berkembang biasanya dapat diketahui karena adanya suatu lingkaran setan yang tidak berujung pangkal (vicious circle).
Kurangnya tabungan dapat juga diterangkan karena adanya international demonstration effect, yaitu keinginan untuk meniru konsumsi di negara-negara yang telah maju, sehingga pendapatan yang rendah itu semuanya digunakan untuk konsumsi. Mereka yang setuju dan menerima adanya efek pamer (demonstration effect) mengatakan bahwa :
a.Beberapa barang yang mula-mula untuk kepentingan konsumsi, setelah dibawa kenegara lain dapat menjadi alat produksi.
b.Efek pamer akan mempengaruhi kebudayaan sehingga mudah untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam masyarakat.
c.Dapat memperluas lapangan pekerjaan.
Sedangkan yang tidak setuju terhadap efek pamer mengatakan bahwa ini akan menekan tingkat tabungan sebab hasrat berkonsumsi menjadi lebih besar dan seringkali berlebihan.

Menurut Prof. Hirschman, industri yang mengimpor barang setengah jadi dan menghasilkan barang-barang akhir atau barang jadi merupakan daerah kantong industri impor (enclave import industry). Kebaikan dari enclave import industry ialah:
a.Bahwa industri ini relatif membutuhkan kapital lebih sedikit, sehingga dinegara sedang berkembang memungkinkan penyediaan kapital untuknya.
b.Risiko dari kualitas barang yang dihasilkan akan kecil, karena industri itu sebagian besar tergantung pada impor bahan-bahan atau barang-barang yang akan diolahnya.
c.Industri ini dapat mendidik atau merupakan tempat untuk memilih wiraswasta setempat yang dibutuhkan bagi perkembangan industri lebih lanjut.
d.Industri enclave import ini akan mendorong adanya ekspansi produksi dalam negeri bagi barang-barang yang dubutuhkannya.
e.Bahwa kapital akan lebih tertarik pada industri-industri ini daripada yang semuanya berasal dari dalam negeri.

Adapun cara-cara untuk menaikkan jumlah tabungan untuk pembangunan adalah:
a)Dengan pembentukan koperasi dan lembaga-lembaga lain. Misalnya koperasi pertanian.
b)Dengan pajak, yang merupakan sumber tabungan pemerintah.
c)Dengan inflasi yang moderat turunnya pendapatan riil para pekerja dan naiknya keuntungan pengusaha akan mendorong investasi lebih lanjut.
d)Dengan pinjaman luar negeri.

D.Penggunaan Kapital
Pengunaan kapital digunakan sebagai kriteria-kriteria, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.Kriteria Neraca Pembayaran (Balance Of Payments Criteria)
Pada pokoknya penggunaan kapital atau investasi itu, pada sektor-sektor yang dapat mengurangi kesulitan-kesulitan Neraca Pembayaran di waktu akan datang. kesulitan yang perlu dihindari yaitu kenaikan impor. Bila ada kenaikan impor yang akan disertai dengan kenaikan pendapatan sebagai akibat adanya investasi-investasi itu. Apakah investasi itu untuk impor barang-barang atau tidak? maka Negara ini akan dihadapkan masalah Neraca Pembayaran Internasional karena kenaikan impor. oleh karena itu investasi hendaknya digunakan untuk menaikkan volume ekspor dengan cara memproduksi barang-barang subsitusi impor ataupun menaikkan barang-barang produksi untuk impor.


2.Kriteria Produktivitas Sosial Marjinal (Social Marginal Produktivity Criteria)
Di sini investasi digunakan pada proyek-proyek yang dapat diharapkan memberikan hasil tertinggi atau pada proyek-proyek paling menguntungkan. perkembangan ekonomi terjadi pada perubahan keadaan sosial dan sekelilingnya. perubahan ini terjadi dari waktu ke waktu sehingga proyek-proyek untuk investasijuga berubah-berubah, yaitu pad proyek dan sector yang paling menguntungkan.
3.Kriteria Intensitas Faktor-faktor Produksi (Factor Intensity Criteria)
Kriteria ini didasarkan pada capital output ratio suatu proyek. Kapital merupakan faktor yang langka di suatu Negara. Oleh karena itu harus dipilih teknologi yang bersifat menghemat penggunaan kapital atau investasi hendaknya dilaksanakan pad proyek-proyek dengan intensitas capital yang terendah. Dengan kapital yang sedikit saja sudah dapat menghasilkan output yang banyak.
4.Kriteria Bagian investasi Kembali (Reinvestment Quotient Criteria)
Kriteria ini berusaha agar tingkat investasi selalu bertambah besar dan dalam memutuskan investasi pertambahan penduduk harus pula diperhitungakan. oleh karena itu tujuan perekonomian ialah memaksimumkan output perkapita di masa yang akan datang. Maka kriteria tersebut akan memaksimumkan perbandingan kapital tenaga kerja (capital labor ratio) pada waktu yang akan datang dan karenanya memaksimumkan produksi per tenaga kerja.
5.Kriteria Operasional (Operasional Criteria)
Untuk mengadakan investasi dalam suatu proyek ada 3 faktor yang harus diperhatikan, yaitu :
a.Tingkat perputaran capital (capital turnover) dari investasi itu.
b.Keuntungan sosial yang ada (social profitability)
c.Pengaruhnya terhadap Neraca Pembyaran Internasional

6.Kriteria Perbandingan Biaya Manfaat (Benefit-Cost Ratio)
Kriteria ini menghendaki agar agar investasi diadakan pada proyek-proyak yang memiliki nilai perbandingan manfaat dan biaya yang lebih dari satu (B/C > 1). manfaat di sini haruslah manfaat bersih yaitu total manfaat dikurangi biaya atau kerugian selain kapital.
Pada pokoknya kriteria-kriteria tersebut diterapkan pada suatu proyek investasi tergantung pada tujuan-tujuan ekonomi dan sosial Negara-negara yang bersangkutan dan bagaimana investasi itu mempengaruhi keadaan ekonomi sendiri.

E.Besar-kecilnya Investasi
Dalam hubungan dengan tingkat investasi ada 2 teori yaitu :
1.Teori Usaha Perlahan-lahan (Gradualist)
Teori ini berpendapat bahwa Negara yang terbelakang (miskin) sebaiknya jangan mengadakan industrialisasi cepat-cepat, sebab resiko akan terlalu besar untuk dipikul. pemilihan teknik-teknik produksi dan investasi didasarkan pada biaya relatif daripada faktor-faktor produksi. Harus diusahakan untuk memajukan industri-industri kecil, yang menggunakan kelebihan tenaga buruh. kegiatan yang membutuhkan kapital yang bnyak akan diusahakan bila keuntungan melebihi dari kegiatan yang sifatnya padat karya (labor intensive).
2.Teori Dorongan Besar (Big Push)
Teori ini mengatakan bahwa bila hanya ada sedikit-sedikit usaha untuk menaikkan pendapatan maka akan mendorong pertambahan penduduk saja dan nantinya akan menghambat pendapatan per kapita. oleh karena itu usaha pembangunan harus dilaksanakan secara besar-besaran untuk mengatasi perubahan penduduk yaitu untuk menghilangkan kemiskinan, memaksimumkan output dengan menggunakan teknik yang paling produktif. Konsentrasi pembangunan pada investasi yang menghasilkan alat-alat kapital untuk mempertahankan pendapatan dan pertumbuhan output.

F.Pembangunan Seimbang dan Tidak Seimbang(Balanced and Unbalanced)
Pembangunan seimbang menitikberatkan perekonomian itu ada kemungkinan akan berkembang bila ada perimbangan baik antara berbagai sektor-sektor di dalam perekonomian. Sektor ini akan mengurangi kesulitan-kesulitan penawaran yang kadang-kadang menghambat perkembangan, bila dilihat dari kebaikannya. Sedangkan dari keburukannya yang dikatakan oleh Profesor Hirschman bahwa masyarakat yang masih rendah tingkat pendapatannya sukar mengubah sistem perekonomian tradisional menjadi sistem modern. Hirschman tidak setuju pembangunan seimbang karena kapital yang besar sbgat diperlukan untuk pembangunan, sedangkan di Negara berkembang kapital kurang. dengan tidak adanya keseimbangan akan mendorong kemajuan ekonomi lebih cepat, dan biaya-biaya ekspansi dapat diminimumkan. Cara pembangunan tidak seimbang (unbalanced growth) menciptakan perkembangan ekonomi yang cepat. Dengan adanya kesulitan-kesulitan (battle-necks) justru akan ada dorongan yang kuat untuk kemajuan teknologi dan kenaikkan teknik yang lebih baik dan dapat menarik wiraswasta-wiraswasta baru.

G. Investasi Ke Sector Pertanian ataukah Ke Sector Industri
Pada umumnya bahwa Negara sedang berkembang investasi pada sector industri adalah yang terpenting demi memaksimumkan kenaikkan output. Apabila penduduk ditarik dari sector pertanian untuk bekerja disektor industri maka perlu adanya usaha lain di sektor pertanian untuk menyediakan bahan makan bagi mereka yang bekerja pada sector industri.
Tambahan produksi bahan makanan harus ada untuk mengimbangi tambahnya jumlah penduduk dan tambahnya permintaan akan bahan makan serta naiknya pendapatan .Tingkat income Elasiticity of demand. Alternatif lain bila sector pertaniaan tidak dikembangakan, ialah dengan mengimpor bahan makan. Tetapi pembelian alat-alat capital guna industrialisasi harus diminimalkan keuntungan peralihan pada sector pertanian ke usaha sektor–sektor lain ialah bahwa pembangunan pertanian akan menghalangi terciptanya perekonomian dualistis yaitu disatu pihak sector industri memberi upah tinggi dan tingkat hidup yang baik sedangkan disektor pertanian tetap sedia kala tidak ada perbaikan inilah yang terjadi bila mana negara mempentingkan industrinya tanpa memperhatikan sektor pertanian.

H. Peranan Pemerintah
Peranan pemerintah dalam pembangunan ekonomi berkisar pada perencanaan sentral atau pasar bebas persoalan ini diberikan sekedar pandangan mengenai peranan pemerintah dalam pembangunan ekonomi. Peranan pemerintah inisiatif dalam memajukan perekonomian serta hubungan antara sector pemerintah dan swasta tergantung pada lingkungan sosial, tingkat perkembangan ekonomi, keadaan politik, kemampuan menajemen. Pemerintah mengadakan perluasan sumber–sumber alam melalui perkembangan fasilitas obat–obatan, pendidikan yang lebih baik, irigasi, perluasan pertanian. Hal yang penting ialah adanya kemauan keras dari penduduk untuk maju mengembangkan perekonomiannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar